Gk7qp1DNYQGDurixnE7FWT3LyBvSK3asrvqSm057
Bookmark

Jelaskan Dampak Positif Dan Negatif Penggunaan HIDROKARBON Dalam Kehidupan Sehari Hari!!

Jelaskan dampak positif dan negatif penggunaan HIDROKARBON dalam kehidupan sehari hari!!

Jawaban 1:

Dampak positif : pembuatan papan
dampak negatif : asap kendaraan bermotor


Pertanyaan Terkait

Bagaimana cara membedakan aldehida dan keton di laboratorium???
mohon di jawab

Jawaban 1:

Mata pelajaran : Kimia
Kelas : XII SMA
Kategori : senyawa karbon
Kode kategori berdasarkan kurikulum KTSP : 12.7.8
Kata kunci : identifikasi, aldehida, keton

Jawaban :
Cara membedakan aldehida dan keton adalah dengan pereaksi Fehling dan Tollens. Suatu sampel karbon yang ditambahkan beberapa tetes larutan Fehling atau Tollens akan menghasilkan endapan merah bata atau cermin perak, maka gugus fungsi dalam sampel adalah aldehid. Jika tidak terbentu endapan merah bata dan cermin perak maka gugus fungsi dalam sampel adalah keton.

Pembahasan :
Aldehida dan keton merupakan senyawa karbon yang saling berisomer fungsi karena memiliki rumus umum yang sama yaitu CnH2nO. Aldehida (alkanal) dan keton (alkanon) sama-sama memiliki gugus karboksil (-C=O-), bedanya pada aldehida gugus fungsi diletakkan diujung rantai karbon R-CHO sedangkan pada keton gugus fungsi berada di tengah rantai karbon R-CO-R.

Aldehida dan keton sama-sama dapat dihasilkan dari reaksi oksidasi alkohol. Perbedaannya, aldehida dihasilkan dari oksidasi alkohol primer yaitu alkohol yang gugus -OH terikat pada atom C primer. Keton dihasilkan dari oksidasi alkohol sekunder yaitu alkohol yang terikat di C sekunder. Pada reaksi oksidasil alkohol biasanya ditambahkan oksidator kuat seperti KMnO4 atau K2Cr2O7. Persamaan reaksinya sebagai berikut.

R-CH2-OH + O --------> R-CHO + H2O
R-CH(OH)-R + O -------> R-CO-R + H2O

Contohnya 1-butanol dan 2-butanol dioksidasi dengan K2Cr2O7 dalam suasana asam. Senyawa 1-butanol akan menghasilkan butanal atau butiraldehid sedangkan 2-butanol akan menghasilkan 2-butanon atau etil metil keton. Berikut persamaan reaksinya :
CH3-CH2-CH2-CH2-OH + O --------> CH3-CH2-CH2-CHO + H2O
CH3-CH2-CH(OH)-CH3 + O --------> CH3-CH2-CO-CH3 + H2O

Suatu sampel senyawa karbon atau senyawa organik di laboratorium yang mengandung gugus aldehid atau keton dapat diidentifikasi dengan reagen Fehling atau Tollens. Larutan Fehling yang biasa digunakan mengandung tembaga (II) oksida CuO yang berwarna biru tua. Senyawa yang mengandung gugus aldehida akan bereaksi dengan pereaksi Fehling yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata Cu2O. Hal ini tidak terjadi pada sampel yang mengandung gugus keton. Reaksi yang terjadi adalah :
R—CHO + 2CuO --------> R—COOH + Cu2O

Larutan Tollens juga dapat digunakan untuk membedakan antara aldehida dengan keton. Larutan Tollens merupakan larutan perak (I) oksida Ag2O. Reaksi oksidasi aldehida dengan larutan Tollens akan menghasilkan asam karboksilat dan endapan perak yang ditandai dengan terbentuknya cermin tipis. Hal ini tidak terjadi pada keton. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
R—CHO + Ag2O –> R—COOH + 2Ag(SL)


Apa apa saja reaksi oksida asam + basa

Jawaban 1:

Oksida asam adalah oksida dari unsur-unsur nonlogam, misalnya NO, NO2, N2O5, CO2, SO2, SO3, dll.
Reaksi oksida asam dg basa menghasilkan garam, misalnya antara N2O5 dengan basa NaOH:
N2O5 + 2NaOH ----> 2NaNO3 + H2O

Jawaban 2:

Asam adalah senyawa kimia bersifat korosif terhadap logam dan memerahkan.
basa adalah senyawa kimia yg terbentuk antara ion logam dan ion hidroksil,membirukan lakmus merah.


Apakah sifat-sifat fisis dan kimia polimer ?

Jawaban 1:

Sifat fisis adalah sifat yang dapat diukur dan diteliti tanpa mengubah komposisi atau susunan dari zat tersebut. Sebagai contoh, kita dapat mengukur titik leleh dari es dengan memanaskan sebuah balok es dan mencatat pada suhu berapa es tersebut berubah menjadi air.


Kimia polimer atau kimia makromolekular adalah ilmu multidisiplin yang berfokus pada sintesis kimia dan sifat kimia polimer dan makromolekul. Menurut rekomendasi IUPAC, makromolekul merujuk pada rantai molekul individu dan merupakan ranah ilmu kimia. Polimer menjelaskan sifat-sifat bahan polimer dan merupakan bidang fisika polimer sebagai subbidang dari fisika.


Sifat dan kegunaan senyawa karbon

Jawaban 1:

Karbon memiliki banyak kegunaan. misalnya, 
- sebagai dekorasi (berlian), cat, serta tinta printer
- bentuk karbon lain seperti grafit digunakan untuk cawan lebur suhu tinggi, sel kering , pensil dan sebagai pelumas.
- senyawa karbon juga memiliki banyak kegunaan, misalnya, karbon dioksida digunakan dalam minuman karbonatasi,dalam alat pemadam kebakaran, dan sebagai es kering.

sifat fisik dalam kimia karbon tergantung pada struktur kristalnya

Jawaban 2:

Mudah bereaksi..

kegunaan nya dalam pembuatan batre, pensil juga bisa, dll.. tx..


Setarakan persamaan reaksi C4H10+O2 ---> CO2 +H2O memakai cara matematika? (sama caranya)

Jawaban 1:


pertama lihat jumlah C di kiri (4), lalu samakan dengan C di kanan.
lalu lihat jumlah H di kiri (10), lalu samakan dengan di kanan. koefisien H di kanan 5 karena angka indeks H sudah 2, yang berarti 5 x 2 = 10.
lalu, terakhir lihat jumlah O di kanan, ada 2 x 4 + 5 = 13, maka jumlahnya harus sama dengan di kiri. O di kiri sudah memiliki angka indeks 2, maka angka koefisien O adalah 
Hope this help =)


Di antara oksida berikut yang dalam air dapat membirukan kertas lakmus adalah...

Jawaban 1:

Senyawa basa
NAOH, KOH, NH4OH, Mg(OH)2, Ba(OH)2, Fe(OH)3,DAN Al(OH)3


larutan penyangga dapat dibuat dengan melarutkan 0,2 mol asam asetat dan 0,02 mol natrium asetat dalam 1 liter . tentukan pH larutan ?

Jawaban 1:

Ka-nya berapa? kalau Ka dianggap 10⁻⁵ bisa dihitung
[H⁺] = Ka x [A] / [G]
= 10⁻⁵ x 0,2/0,02
= 10⁻⁴
pH = 4 


Apa saja contoh senyawa kovalen?

Jawaban 1:

Senyawa kovalen biasanya adalah senyawa organik..
metana: CH4
etana:C2H6
etanol:C2H5OH


Bila diukur pada 27oC, 1 atm, gas oksigen yang massanya 8 gram akan bervolume? (R=0,0082 L atm K-1 mol-1 , Ar  O = 16)

Jawaban 1:

Mr gas Oksigen (O2) = 2 * 16 = 32 Mol gas Oksigen = n = m/Mr = 8/32 = 0,25 Volume gas Oksigen = n * 22,4 = 0,25 * 22,4 = 5,6 L

Jawaban 2:

volume standar = 22,4,hanya itu yg saya tau


Jurnal elektrosis atau elektrokimia tuh seperti apa to?? ;)

Jawaban 1:

Sesuai dengan namanya, metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada reaksi redoks, yakni gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada elektroda yang sama/berbeda dalam suatu sistim elektrokimia. Sistem elektrokimia meliputi sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi spontan di dalamnya di sebut sel galvani. Sedangkan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di dalamnya di sebut sel elektrolisis. Peralatan dasar dari sel elektrokimia adalah dua elektroda -umumnya konduktor logam- yang dicelupkan ke dalam elektrolit konduktor ion (yang dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus. Karena didasarkan pada reaksi redoks, pereaksi utama yang berperan dalam metode ini adalah elektron yang di pasok dari suatu sumber listrik. Sesuai dengan reaksi yang berlangsung, elektroda dalam suatu sistem elektrokimia dapat dibedakan menjadi katoda, yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik) berlangsung dan anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung.Aplikasi metode elektrokimia untuk lingkungan dan laboratorium pada umumnya didasarkan pada proses elektrolisis, yakni terjadinya reaksi kimia dalam suatu sistem elektrokimia akibat pemberian arus listrik dari suatu sumber luar. Proses ini merupakan kebalikan dari proses Galvani, di mana reaksi kimia yang berlangsung dalam suatu sistem elektrokimia dimanfaatkan untuk menghasilkan arus listrik, misalnya dalam sel bahan bakar (fuel-cell). Aplikasi lainnya dari metode elektrokimia selain pemurnian logam dan elektroplating adalah elektroanalitik, elektrokoagulasi, elektrokatalis, elektrodialisis dan elektrorefining.Sedangkan aplikasi lain yang tidak kalah pentingnya dari metode elektrokimia dan sekarang sedang marak dikembangkan oleh para peneliti adalah elektrosintesis. Teknik/metode elektrosintesis adalah suatu cara untuk mensintesis/membuat dan atau memproduksi suatu bahan yang didasarkan pada teknik elektrokimia. Pada metode ini terjadi perubahan unsur/senyawa kimia menjadi senyawa yang sesuai dengan yang diinginkan. Penggunaan metode ini oleh para peneliti dalam mensintesis bahan didasarkan oleh berbagai keuntungan yang ditawarkan seperti peralatan yang diperlukan sangat sederhana, yakni terdiri dari dua/tiga batang elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik, potensial elektroda dan rapat arusnya dapat diatur sehingga selektivitas dan kecepatan reaksinya dapat ditempatkan pada batas-batas yang diinginkan melalui pengaturan besarnya potensial listrik serta tingkat polusi sangat rendah dan mudah dikontrol. Dari keuntungan yang ditawarkan menyebabkan teknik elektrosintesis lebih menguntungkan dibandingkan metode sintesis secara konvensional, yang sangat dipengaruhi oleh tekanan, suhu, katalis dan konsentrasi. Selain itu proses elektrosintesis juga dimungkinkan untuk dilakukan pada tekanan atmosfer dan pada suhu antara 100-900oC terutama untuk sintesis senyawa organik, sehingga memungkinkan penggunaan materi yang murah.