Gk7qp1DNYQGDurixnE7FWT3LyBvSK3asrvqSm057
Bookmark

Tetapan Ionisasi Suatu Asam Adalah 1 X 10 Pangkat -5. Berapa Persen Asam Itu Mengion Dalam Larutan Yang

Tetapan ionisasi suatu asam adalah 1 x 10 pangkat -5. Berapa persen asam itu mengion dalam larutan yang konsentrasinya : A. 0,1 M
B. 0,01 M

Jawaban 1:

Pakai rumus
alpha (derajat ionisasi) = akar (Ka / Ma)
a.
Alpha = akar (10^-5 / 0,1) = akar 10^-4 = 10^ -2 atau 0,01
b.
alpha = akar (10^-5 / 0,01) = akar 10^-3 = 10^-1,5 atau  0,031627

semoga membantu :)


Pertanyaan Terkait

Jelaskan apa yang dimaksud elektrolisis

Jawaban 1:

Elektrolisis adalah sebuah proses pengubahan sebuah energi Listrik menjadi rangkaian Energi Kimia yang berupa berlangsungnya sebuah reaksi Reduksi dan Oksidasi (RedOks)Penjelasan:Proses Elektrolisis adalah sebuah proses pengubahan sebuah energi Listrik menjadi rangkaian Energi Kimia yang berupa berlangsungnya sebuah reaksi Reduksi dan Oksidasi (RedOks). Pada reaksi elektrolisis suatu reaksi tidak bisa berjalan secara sponta seperti pada sel volta, tetapi membutuhkan suatu sumber energi agar reaksi dapat berlangsung, yaitu energi listrik. Jadi, pada reaksi elektrolisis akan dijumpai 3 hal yang selalui ada, yaitu: 1. Sumber Energi listrik bisa berupa baterai atau Aki, atau sumber listrik lainnya 2. Penggunaan 2 jenis elektroda yang berbeda yaitu elektroda pada kutub positif dan elektroda pada kutub negatif 3. Larutan yang bersifat elektrolit sehingga pada saat reaksi mulai berlangsung dapat menghasilkan ion-ion yang berfungsi sebagai kurir atau pembawa muatan listrik dari satu elektroda ke elektroda lainnya. Pemanfaatan atau Aplikasi Elektrolisis dalam bidang Industri meliputi 3 hal, yaitu: 1. Proses Penyepuhan   Proses Penyepuhan atau electroplating yaitu proses pelapisan suatu logam agar dapat terhindar dari terjadinya proses Korosi atau pengkaratan menggunakan logam lain yang tidak mudah mengalami korosi seperti perak. Contohnya yaitu pada sendok atau produk-produk rumah tangga yang berbahan dasar logam atau yang umum yaitu cincin logam yang disepuh dengan emas. Proses penyepuhan dilakukan dengan menjadikan logam yang akan disepuh sebagai Katoda atau elektroda yang bermuatan negatif dan logam penyepuhnya sebagai Anoda atau elketroda yang bermuatan positif dengan larutan elektrolit berupa larutan garam dari logam penyepuh yang digunakan. 2. Proses Pembuatan Zat    Proses elektrolisis atau Electroplating juga banyak dimanfaatkan dalam proses pembuatan banyak zat kimia seperti logam-logam alkali, magnesium, aluminium, flourin, klorin, Natrium Hidroksida, Natrium Hipoklorit, dan Hidrogen Peroksida. Contohnya yaitu pembuatan klorin dan Natrium Hidroksida dari larutan Natrium Klorida yang merupakan salah satu proses paling penting dalam industri. 3. Proses Pemurnian Logam pada Tambang    Proses elektrolisis atau Electroplating merupakan proses terpenting dalam bidang pertambangan untuk membersihkan atau memisahkan berbagai komponen logam yang berbeda yang dihasilkan dalam proses pertambangan. Contohnya yaitu pada proses pertambangan logam tembaga, dimana tingkat kemurnian logam tembaga dibutuhkan dalam jumlah yang tinggi untuk pemanfaatannya sebagai bahan dasar kabel listrik. Kehadiran pengotor yang masih melekat pada logam tembaga dapat mengurangi nilai konduktivitasnya yang menyebabkan akan menghasilkan panas yang tinggi dan akan berbahaya bagi penggunanya. Proses pemurnian tembaga dengan reaksi elektrolisis dilakukan dengan menjadikan tembaga sebagai Anode sedangkan pada katoda digunakan tembaga murni dengan larutan elektrolit yang digunakan biasanya adalah CuSO₄.                  CuSO₄  ==>  Cu⁺²  +  SO₄⁻² katoda:    Cu⁺²(aq)  +  2 e⁻  ==>  Cu(s) anoda:    Cu(s)   ==>  Cu⁺²(aq)  +  2 e⁻            --------------------------------------------------  +                  Cu(s)    ==>    Cu(s)                 Anoda           Katoda Pada proses permunian ini akan didapatkan  zat pengotor seperti perak, emas, platina, besi, dan zink yang memiliki nilai potensial sel lebih positif sehingga tidak ikut larut dan terbuang sebagai zat pengotor atau limbah. Namun limbah tersebut umumnya merupakan limbah yang bernilai lebih yang dapat digunakan untuk menutup biaya pemurnian yang dikeluarkan dalam bidang industri tersebut. Demikian pembahasan terkait pengertian elektrolisis, semoga membantu. Pelajari soal-soal Reaksi Redoks dan Elektrokimia lainnya melalui link berikut: Menuliskan Reaksi Elektrolisisbrainly.co.id/tugas/12148370Menghitung Muatan Listrik dalam Reaksi Elektrolisisbrainly.co.id/tugas/7545177Aplikasi Elektrolisis dalam Bidang Industribrainly.co.id/tugas/1513555Selamat belajar dan Tetap Semangat!!! #AyoBelajar ------------------------------------------------------------------------------------------------ Detail Jawaban Kelas    : XII Mapel  : KIMIA BAB     : Reaksi Redoks dan Elektrokimia Kode   : 12.7.2. ---------------------------------------------------------------------------------------------------


Tentukan ph campuran 100 ml larutan HCl 0,1 M + 100 ml larutan NaOH 0,1 M

Jawaban 1:

7(netral) karena a.M.V=b.M.V


Penyetaraan dari reaksi berikut adalah :
MnO2+HCl⇒MnCl2 + H2O + Cl2
 mohon bantuannya..

Jawaban 1:

Kelas         : X
Pelajaran   : Kimia
Kategori     : Persamaan Reaksi
Kata Kunci : penyetaraan reaksi

Jawaban
Reaksi setara ⇒ MnO₂ + 4HCl → MnCl₂ + 2H₂O + eCl₂

Pembahasan

aMnO₂ + bHCl → cMnCl₂ + dH₂O + eCl₂

Koefisien ruas kiri sama dengan koefisien ruas kanan

Mn ⇒ a = c
O ⇒ 2a = d
H ⇒ b = 2d
Cl ⇒ b = 2c + 2e

Misalkan a = 1, selanjutnya diperoleh c = 1, d = 2, dan b = 4.
Substitusikan nilai b dan c ke dalam b = 2c + 2e
4 = 2(1) + 2e
2e = 2
Diperoleh e = 1

Sehingga a : b : c : d : e = 1 : 4 : 1 : 2 : 1

Reaksi setara ⇒ MnO₂ + 4HCl → MnCl₂ + 2H₂O + eCl₂


Warna nyala dari ion logam yang terdapat pada NaCl dan SrCl2?

Jawaban 1:

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA PERCOBAAN IV UJI NYALA HASIL PENGAMATAN. Garam Unsur yang diamati Warna nyala NaCl Na Kuning keemasan KCl K pink CaCl2(s) Ca orange-merah SrCl2(s).6H2O Sr merah BaCl2(s) Ba hijau pucat MgCl2(s) Mg
 



tentukan bilangan oksidasi masing masing unsur dalam senyawa berikut: NH3, CF4, CHCI3, O2F2, KO2, CaH2, BaO2, Fe2S3, CU2O, N2O4, CaO, SnO

Jawaban 1:

1. NH3, N = -3, H = +1
2. CF4, C = +4, F = -1
3. CHCI3, C = +2, H = +1, Cl = -1
4. O2F2, O = +1, F = -1
5. KO2, K = +1, O = -1/2
6.  CaH2, Ca = -2, H = +1
7. BaO2, Ba = +4, O = -2
8. Fe2S3, Fe = +3, S = -2
9. CU2O, Cu = +1, O = -2
10 N2O4, N = +4, O = -2
11. CaO, Ca = +2, O = -2
12. SnO, Sn = +2, O = -2

Jawaban 2:

NH3 =H=+1.3 +=3 jadi nilai N=-3
CF4= C=+2.4=+8 jadi nilai C=-8
CHCL3+ H= +1, Cl=-1.3=-3 jadi nilai C=+2
O2F2= nilai F2=+4
KO2=K=+4 O2=-4
CaH2= Ca=-2 H2==1.2=2
BaO2=Ba=+4 O2=-2.2=-4
Fe2S3=Fe2=-3 S3=+2


Tahapan pembuatan asam sulfat sbg berikut. 1. Pembakaran belerang
2. Pembakaran belerang dioksida
3. Pelarutan belerang trioksida dalam asam sulfat
4. Hidrolisis asam pirosulfat.
Dari tahapan tersebut yang menggunakan prinsip kesetimbangan di tunjukan oleh nomor ...

Jawaban 1:

Jawabannya adalah B.Pembakaran belerang dioksida


Hitunglah pH garam berikut : a. 200 ml larutan CH₃COONa 0,4 M (Ka CH₃COOH = 1,0 × 10⁻⁵)
b. satu liter larutan NH₄Cl 0,2 (Kb NH₃ = 2,0 × 10⁻⁵)

Jawaban 1:

Soal
b. satu liter larutan NH₄Cl 0,2 (Kb NH₃ = 2,0 × 10⁻⁵)

PEMBAHASAN
H + = 
     
      = 
     
      = 
      
PH =   5

Semoga memabntu :) D 

Jawaban 2:

A. OH⁻ =
pOH = 5 - log 2      pH = 9 + log 2
b. H⁺ =
pH = 5


Pada suhu dan tekanan sama, 20 ml P2 tepat habis bereaksi dengan 50 ml 02 menghasilkan 20 ml gas PxOy. Hitung harga x dan y?

Jawaban 1:

"perbandingan volume = perbandingan koefisien"
P2  +  O2  ----> PxOy
20......50........20
2.........5............2
 
maka reaksi di atas menjadi
2P2  +  5O2  ---> 2PxOy
jumlah atom pada ruas kanan harus sama dengan jumlah atom pada ruas kiri
P
4 = 2x maka x = 2
O
10 = 2y maka y = 5

jadi rumus posfor oksida di atas adalah P2O5 :)

Semoga membantu :)


SETARAKAN PERSAMAAN KIMIA BERIKUT
CuS + HNO3 --> CuNO3)2 + S + NO + H2O

Jawaban 1:

3 CuS + 8 HNO3 → 3 Cu(NO3)2 + 3 S + 2 NO + 4 H2O

semoga membantu :)


Apa saja yang termasuk ciri-ciri redoks?

Jawaban 1:

-          Ada unsur bebas , ex : Cl₂ , Cu, O₂-          Terjadi perubahan bilangan oksidasi-          Ada reduktor  (pereduksi ) à zat yang mengalami oksidasi-          Ada oksidator (pengoksidasi ) à zat yang mengalami reduksiCu²⁺ (aq) + Zn (s) à Cu (s) + Zn²⁺(aq)

Jawaban 2:

Adanya kenaikan dan penurunan reaksi.