Gk7qp1DNYQGDurixnE7FWT3LyBvSK3asrvqSm057
Bookmark

Fakta Unik Senyawa Turunan Alkana ?

Fakta unik senyawa turunan alkana ?

Jawaban 1:

Alkana tidak mempunyai gugus fungsi yang bersifat spesifik seperti OH, C=O,C=C dan lain-lain oleh karena itu jika dilakukan analisis terhadap suatu senyawa campuran dengan spektrum infrared maka alkana dapat diidentifikasi setelah senyawa lainnya yang mempunyai gugus fungsi spesifik teridentifikasi terlebih dahulu.

Jawaban 2:

 Alkana tidak mempunyai gugus fungsi yang bersifat spesifik 


Pertanyaan Terkait

Nama unsur : 1.belerang  2. helium  3. natrium  4. aluminium  5.fosfor kegunaan    : 1. pembuatan sel surya  2. mengisi balon udara  3. menetralkan asam lambung  4. membuat gelas kaca  5. membuat korek api

penggunaan unsur yg kegunaannya benar adalah...

Jawaban 1:

Jawaban:   Penggunaan unsur yang kegunaannya benar adalah... Nama unsur : 1.    Belerang  -> 5. Membuat korek api 2.    Helium  -> 2. Mengisi balon udara 3.    Natrium -> 4. Membuat gelas kaca 4.    Aluminium  -> 3. menetralkan asam lambung 5.    Fosfor -> 1. Pembuatan sel surya   Pembahasan:   1.    Belerang  -> 5. Membuat korek api   Korek api dibuat dari batang kayu yang bagian atasnya dilapisi dengan bahan kimia, terutama sulfur atau belerang. Korek api jenis ini disebut friction match (korek api gesek) karena dinyalakan dengan menggesek ujung batang korek api pada permukaan kasar.   2.    Helium  -> 2. Mengisi balon udara   Helium (He) adalah gas dengan nomor atom 2, dan merupakan unsur yang termasuk dalam gas mulia. Helium memiliki massa atom 4, sehingga helium memiliki massa jenis yang sangat ringan, bila dibanding dengan gas lain di udara. Akibatnya, bila balon diisi dengan gas helium, massa jenis balon juga akan kecil dan akan mengalami gaya angkat (gaya Archimedes) oleh udara dan akan dapat terbang.
Selain itu, karena helium adalah gas mulia yang sangat inert (sulit bereaksi), maka balon berisi helium sangat aman karena tidak mudah terbakar. Ini berbeda dengan gas berisi gas Hidrogen yang sangat berbahaya karena mudah meledak saat hidroegn bereaksi dengan oksigen di udara.   3.    Natrium -> 4. Membuat gelas kaca   Kebanyakan gelas kaca yang kita gunakan adalah gelas dari bahan kaca soda-lime. Kaca ini terbuat dari pemanasan dan pelelehan bahan alami seperti natrium karbonat (Na2CO3), silika (SiO2) dan lime. Natrium menyusun gelas kaca ini dari natrium karbonat, yang kebanyakan diambil dari mineral seperti trona dan pasir.   4.    Aluminium  -> 3. menetralkan asam lambung   Aluminium (Al) dalam bentuk senyawa basa aluminium hidroksida (Al(OH)3), digunakan untuk menetralkan asalm lambung. Saat lambung menjadi terlalu asam (pH lambung terlalu rendah), maka kita bisa mengkonsumsi aluminium hidroksida, yang akan bereaksi dengan asam klorida (HCl) di lambung dan menetralkan keasaman lanbung menjadi normal.   5.    Fosfor -> 1. Pembuatan sel surya   Panel sel surya umumnya dibuat dengan bahan utama silikon, yang disusun dengan atom phospor di antara atom silikon ini. Silikon memiliki 4 slot kosong untuk elektron, sementara phospor memiliki 5 elektron valensi. Dengan susunan ini, 4 elektron phospor akan terikat dengan silikon, sementara 1 elektron akan bebas.   Saat sinar matahari mengenai panel silikon, elektron di silikon akan lepas, dan diagntikan oleh elektron bebas phospor. Pelepasan ini menyebabkan timbulnya muatan dan beda potensial listrik, yang dapat menghasilkan arus listrik.   Kelas: XMata Pelajaran: Kimia  Materi: Bahan Kimia Dalam Kehidupan Sehari-hariKata Kunci: Belerang, Helium, Natrium, Aluminium, Phospor


larutan asam fosfat mempunyai derajat ionisasi 0,40.jika jumlah mol zat mula-mula sebesar 5 mol,hitunglah jumlah mol zat yang terionisasi!

Jawaban 1:

Α = mol reaksi / mol mula
mol reaksi = α x mol mula
                = 0,4 x 5
                = 2 mol


Apa itu hukum dalton? dan apa bukti dari hukum tersebut?

Jawaban 1:

Hukum Perbandingan Berganda   Pada saat mengajukan hukum ini, rumus kimia senyawa belum diketahui. Hukum ini diajukan John Dalton. Hukum ini menyebutkan bahwa jika massa salah satu unsur dalam dua senyawa sama, maka perbandingan massa unsur lainnya merupakan bilangan bulat dan sederhana.   Contohnya, perbandingan unsur karbon (C) dan oksigen (O) pada karbon monoksida dan karbon dioksida berurutan adalah 3:4 dan 3:8. Jika massa C adalah sama, maka perbandingan massa O pada karbon monoksida dan karbon dioksida adalah 4:8 atau 1:2.Komposisi kimia ditunjukkan oleh rumus kimianya. Dalam senyawa, seperti air, dua unsur bergabung masing-masing menyumbangkan sejumlah atom tertentu untuk membentuk suatu senyawa. Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan berbeda-beda. Misalnya, belerang dengan oksigen dapat membentuk senyawa SO2 dan SO3. Dari unsur hidrogen dan oksigen dapat dibentuk senyawa H2O dan H2O2.


Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom. Teori atom Dalton didasarkan pada dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap (hukum prouts). Lavosier mennyatakan bahwa “Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi”. Sedangkan Prouts menyatakan bahwa “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”. Dari kedua hukum tersebut Dalton mengemukakan pendapatnya tentang atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.

Jawaban 2:

Hukum dalton adalh hukum yg teorinya membangkitkan kembali istilah "atom".


satu liter larutan penyangga mengandung 0,1 M CH3COOH dan 0,1 M CH3COO- (Ka CH3COOH = 10-5 ). Bila ke dalam larutan ditambahkan 0,4 gram NaOH (Ar Na= 23, O= 16, H = 1), hitunglah pH larutan: a. sebelum ditambah NaOh b. setelah ditambah NaOH

Jawaban 1:

A. sebelum ditambahkan NaOH
   
[H+] = Akar Ka. M CH3COOH = Akar 10^-5 . 0,1 M = Akar 10^-6 = 10^-3
ph = - log [H+] = - Log 10^-3 = 3- log1 = 3

b. sesudah ditambahkan NaOH

MOL NaoH = Gram/Mr = 0,4/40 = 0,01 mol
Mol CH3COOH = Molaritas x Liter = 0,1 x 1 = 0,1

CH3COOH + NAOH ⇒ CHA3COONA + H2O
   0,1              0,01
  0,01             0,01           0,01                           -
  0,09               -              0,01
     
maka H+ = Ka . Mol asam/mol garam
              = 10^-5 . 0,09/0,01
              = 9.10^-5
     ph = - log H+ = - log 9.10^-5 = 5 - log 9


Sifat dari logam transisi adalah ? 

Jawaban 1:

Sifat dari Logam Transisi adalah

  • Logam transisi memiliki bentuk yang padat dan merupakan konduktor yang baik.
  • Sifat kedua, logam transisi memiliki energi ionisasi relatif rendah yang dengan mudah membentuk suatu ion positif.
  • Sifat ketiga logam transisi memiliki bilangan oksidasi yang bermacam - macam. Bilangan oksidasi bagian akhir deret dari logam transisi adalah 2+ dan +3 merupakan bilangan oksidasi bagian awal deret.
  • Sifat selanjutnya pada kemagnetannya, yaitu setiap atom dan molekulnya bersifat magnetik yang disebut dengan paramagnetik.
  • Sifat kelima dari logam transisi yang memiliki ion berwarna, ion ini disebabkan oleh tingkat energi elektron pada unsur transisi yang mampu bergerak ke tingkat lebih tinggi sehingga menimbulkan warna pada ion logam transisi.
  • Selanjutnya, titik didih dan titik leleh yang dimiliki oleh logam transisi relatif tinggi.
PembahasanDalam ilmu kimia yang mempelajari tentang unsur, ikatan senyawa kimia pasti kita akan mempelajari tentang sistem periodik dimana didalamnya terdapat berbagai unsur kimia dengan sifat - sifafnya. Pada soal yang sedang dibahas, logam transisi merupakan salah satu kelompok unsur kimia yang terletak pada golongan 3 sampai dengan 12 yaitu IB sampai VIIIB. Kelompok logam transisi terdiri dari 38 unsur kimia. Dalam lingkungan kehidupan, logam transisi hampir ada disetiap sisi atau aspek kehidupan sehari - hari yang mampu memberikan manfaat bagi manusia.Pelajari lebih lanjut
  1. Apa yang dimaksud golongan transisi ? brainly.co.id/tugas/1036715
  2. Unsur-unsur logam transisi dalam sistem priodik terletak pada golongan ? brainly.co.id/tugas/4451504
  3. 5 manfaat logam dalam kehidupan sehari-hari brainly.co.id/tugas/1086704
Detil jawabanKelas : XII SMAMapel : KimiaBab : Bab 3 - Kimia UnsurKode : 12.7.3Kata kunci : Logam transisi, sifat logam, golongan transisi, kimia unsur.


Pada suatu percobaan ditemukan bahwa satu mol logam L dapat bereaksi dengan satu mol suatu asam dan menghasilkan 22,4 liter gas hidrogen ( t = 0 derajat dan p = 1 atm ). rumus molekul garam yang terbentuk ialah ... a. LSO4
b. LCl
c. L(NO3)
d. LBr3
e. LPO4

Jawaban 1:

1 mol Hidrogen / H₂ berasal dari 1 mol asam , maka asam valensinya 2 

yaitu sulfat / SO₄ , karena yang lain tidak memenuhi dari 1 mol

jadi H₂SO₄ atau LSO₄



Bagaimana cara mengidentifikasi polimer

Jawaban 1:

Dilakukan percobaan dengan tiga tabung reaksi, putih telur dan air,
itu juga menurut informasi yang saya baca

Jawaban 2:

1.1. HDPE (high density polyethylene)Simbol ini terdapat pada botol yang berwarna putih susu. Juga biasa digunakan untuk air minuman galon, kursi plastik, atau kemasan susu jika pada makanan. Botol ini juga hanya boleh untuk sekali pakai saja. Kegunaan utamanya adalah botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi, kawat, kabel juga banyak digunakan sebagai bahan dasar membuat mainan anak-anak, pipa yang kuat, tangki korek api gas, badan radio dan televisi, serta piringan hitam.


Bgaimna cara membedakan butanol dengan dietil eter ?

Jawaban 1:

cara membedakan butanol dengan dietil eter adalah pada gugus fungsinya. butanol memiliki gugus fungsi alkohol (R-OH) sementara dietil eter memiliki gugus fungsi eter (R-O-R). butanol memiliki rumus kimia sebagai berikut: CH₃-CH₂-CH₂-CH₂-OH. sementara dietil eter memiliki rumus kimia seperti berikut: CH₃-CH₂-O-CH₂-CH₃. pembahasanjenis-jenis gugus fungsi yaitu:1. R—OH (alkohol atau alkanol)  Butanol  termasuk ke dalam gugus alkohol karena mempunyai gugus fungsi —OH dalam rumus kimianya (C₄H₁₀O). 2.  R—O—R (eter atau alkoksialkana) Disebut alkosialkana karena penggabungan dari kata: Al , oksi, alkana.  contoh CH₃—CH₂—O—CH₃ memiliki nama: metoksi etana atau metil etil eter.alkohol dan eter saling berisomer dan memiliki rumus yang sama yaitu: CnH2n+2O.3. R—CHO (aldehida atau alkanal)  Disebut alkanal karena mempunyai gugus mirip dengan alkohol dan asam karboksilat, ada OH dan COOH-nya. contoh: CH₃—CH₂—CHO (propanal)4. R—CO—R (keton atau alkanon) Gugus fungsi ini disebut keton karena mengandung atom karbon dan oksigen berjumlah satu. Karbon mewakili hurus Ke, dan oksigen mewaklili huruf ton dalam nama turunan alkana keton. contoh: CH₃—CO—CH₂—CH₃ (2-butanon).aldehid dan keton saling berisomer dengan rumus CnH2nO.5. R—COOH (asam karboksilat atau asam alkanoat) Asam karboksilat menggunakan nama depan asam serta menandakannya dengan huruf yunani: alpha, beta, gamma, dan omega. Contoh: CH₃COOH (asam etanoat) atau asam cuka.6. R—COOR (ester atau alkil alkanoat) Disebut alkil alkanoat karena R mewakili alkil, dan COO mewakili alkanoat dalam gugus fungsinya. contoh: CH₃—COO—CH₃ (metil etanoat).asam karboksilat dan ester saling berisomer dengan rumus CnH2nO2.
Pelajari lebih lanjut  1. gugus fungsi : brainly.co.id/tugas/14781404
Detail jawaban:  Kelas : 12Mapel : kimia  Bab     : 4 (senyawa turunan alkana)Kode   : 12.7.4
Kata Kunci  alkana, gugus fungsi dan alkil.


Perbedaan reaksi disproporsionasi dengan konproporsionasi ?

Jawaban 1:

Perbedaan reaksi disproporsionasi adalah reaksi redoks dimana zat yang menjadi oksidator dan reduktornya adalah sama, Contoh:    Cl₂  + 2 NaOH ==> NaCl  +  NaClO +  H₂Osedangkan reaksi konproporsionasi adalah reaksi redoks dimana zat yang dihasilkan dari reaksi reduksi dan oksidasi adalah sama.Contoh:    H₂S  +  SO₂  ==>  3 S  +  H₂OPenjelasan:Reaksi RedOKs adalah satu rangkaian reaksi kimia yang di dalamnya terdapat reaksi Reduksi (Red) dan reaksi Oksidasi (Oks) yang kemudian disingkat dengan RedOks. Reaksi Reduksi dan Oksidasi secara umum memiliki 3 pengertian yaitu: 1. Konsep RedOks berdasarkan reaksi pelepasan dan pengikatan Oksigen Oksidasi adalah Reaksi pengikatan Oksigen Contoh:    4 Fe (s)  + 3 O₂ (g)  ==>  2 Fe₂O₃ (s) Reduksi adalah Reaksi pelepasan Oksigen Contoh:    2 Fe₂O₃ (s)  ==>  4 Fe (s)  +  3 O₂ (g) 2. Konsep RedOks berdasarkan reaksi penerimaan dan pelepasan Elektron   Oksidasi adalah Reaksi Pelepasan elektron   Contoh:      Ca  ==>   Ca⁺²  +   2e⁻  Reduksi adalah Reaksi Penerimaan elektron  Contoh:      S   +   2 e⁻   ==>   S⁻² 3. Konsep RedOks berdasarkan penurunan dan kenaikan Bilangan Oksidasi Bilangan oksidasi (biloks) adalah bilangan yang menunjukkan keadaan elektronik suatu atom, ion atau molekul kekurangan atau kelebihan elektron. Apabila atom, ion atau molekul kekurangan elektron maka biloksnya akan bernilai positif. Sebaliknya jika atom, ion atau molekul tersebut kelebihan elektron maka biloksnya akan bernilai negatif. Sebagai contoh ion Ca⁺² memiliki biloks +2, hal ini berarti ion tersebut melepas 2 elektron. maka:   Oksidasi adalah Reaksi dimana terjadi peningkatan bilangan oksidasi    Contoh:     Ca  ==>   Ca⁺²   ==> Bilangan Oksidasi 0 menjadi +2    Reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi   Contoh:     S   ==>     S⁻²     ==> Bilangan Oksidasi 0 menjadi -2 Dalam reaksi RedOks terdapat 2 kondisi tertentu yaitu: Reaksi autoredoks atau disebut juga sebagai reaksi disproporsionasi adalah reaksi redoks dimana zat yang bertindak sebagai oksidator dan reduktornya merupakan zat yang sama. Jadi, sebagian dari zat tersebut akan mengalami oksidasi dan sebagian lagi mengalami reduksi. Contoh:    Cl₂  + 2 NaOH ==> NaCl  +  NaClO +  H₂Odimana pada reaksi tersebut atom Cl menjadi reduktor dengan biloks awal 0 menjadi +1 dan menjadi oksidator dengan biloks awal 0 menjadi -1Sebaliknya terdapat Reaksi Konproporsionasi yaitu reaksi Redoks dimana zat yang dihasilkan dari reaksi Reduksi dan Oksidasi merupakan zat yang sama.Contoh:    H₂S  +  SO₂  ==>  3 S  +  H₂Odimana pada reaksi tersebut atom S menjadi reduktor dengan biloks awal -2 menjadi 0 dan menghasilkan atom S dan menjadi oksidator dengan biloks awal +4 menjadi 0 dan menghasilkan atom Sselanjutnya zat yang mengalami Reduksi berarti akan menyebabkan terjadinya Oksidasi pada zat lainnya, sehingga zat tersebut dikenal sebagai Oksidator. sebaliknya zat yang mengalami Oksidasi berarti akan menyebabkan terjadinya Reduksi pada zat lainnya, sehingga zat tersebut dikenal sebagai Reduktor.Demikian semoga membantu. Pelajari soal-soal reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks) lainnya melalui link berikut:  Pengertian Reaksi Redoks brainly.co.id/tugas/26426724 Penentuan Auto Redoks brainly.co.id/tugas/26693746 Penentuan Reduktor dan Oksidator brainly.co.id/tugas/26684923 Selamat Belajar dan Tetap Semangat!!! #AyoBelajar ----------------------------------------------------------------------------------------------- Detail Jawaban Kelas           : X Mapel          : KIMIA BAB             : Redoks Kode            : 10.7.9. ------------------------------------------------------------------------------------------------


sebanyak 50 ml larutan NaOh 0,1 M di campurkan dengan 50 ml larutan Ch3COOH 0,1M. tent PH campuran ! ( ka Ch3COOH 1,8 x 10-5)

Jawaban 1:

pH campuran
cari mol masing2 zat
mol asam asetat = M x V = 0,1 x 50 = 5 mmol
mol NaOH = Mx V = 0,1 x 50 = 5 mmol

buat reaksinya :)

                       CH3COOH  +  NaOH  -->  CH3COONa  +  H2O
M                      5                  5
R                      5                    5                  5                5
S                    -                       -                    5              5

karena pada reaktan tidak ada yang bersisa maka, pH yang akan dicari adalah pH hidrolisis :)

M garam = M / Vol total = 5 mmol/100 = 0,05 M
reaksi hidrolisisnya :
CH3COONa  --> CH3COO-                      +  Na+
                         basa konjugasi kuat            asam konjugasi lemah
CH3COO-  +  H2O  ---->  CH3COOH  +    OH-

OH -
= akar [(Kw/Ka) x Mgaram x valensi]
= akar {[10^-14/1,8 x10^-5] x 0,05 x 1}
= akar {0,027 x 10^-9}
= akar {0,27 x 10^-10}
= 0,16 x 10^-5

pOH = - log 0,16 x 10^-5 = 5 - log 0,16



semoga membantu :)
jika ada kesalahan mohon koreksinya :)